VIVAnews - Bank Dunia melalui International Finance Corporation (IFC) tertarik mengucurkan dana bagi sektor industri agro di Indonesia. Menemui Menteri Perindustrian MS Hidayat, Country Director The World Bank Indonesia Joachim Von Amsberg menyampaikan ketertarikan untuk mengucurkan dana ke sektor industri agro.
Sekretaris Jenderal Kementerian Departemen Agus Tjahayana menjelaskan, IFC berkomitmen untuk bekerja sama mendorong industri pengolahan agro karena industri tersebut sesuai dengan Perpres No. 28 tahun 2008, masuk dalam kluster industri yang akan dikembangkan di beberapa daerah.
"Mereka akan memegang dari industri pengolahan besar hingga pendukungnya, yang dominan UKM," kata Agus usai pertemuan di kantor Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 6 Januari 2010.
Selain di sektor agro industri, IFC juga tertarik mengembangkan industri semen dan pupuk. Industri semen akan difokuskan ke wilayah timur Indonesia, seperti Papua dan Maluku.
"Itu supaya harga semen lebih kompetitif," ujarnya.
Namun, sesuai ketentuan Bank Dunia, IFC tidak dibolehkan mengucurkan dana bagi BUMN yang menguasai lebih dari 50 persen saham.
"Menurut IFC, dunia international melihat Indonesia sangat berbeda dari seluruh negara di dunia, karena ternyata Indonesia bisa survive dari krisis ini. Dan ini potensi yang luar biasa dan tentunya IFC akan melihat potensi-potensi itu untuk pertumbuhan industri ke depan," kata dia.
hadi.suprapto@vivanews.com