BI: Ekonomi 2009 Tumbuh Cukup Tinggi 4,3%

Pertumbuhan ekonomi ditopang permintaan domestik dan percepatan pemulihan ekonomi global.

Rabu, 6 Januari 2010, 13:12 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
Bank Indonesia (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Dewan Gubernur Bank Indonesia meyakini bahwa perbaikan kondisi perekonomian domestik terus berlanjut.

"Perekonomian domestik pada 2009 diperkirakan tumbuh cukup tinggi mencapai 4,3% walaupun dampak gejolak ekonomi global belum sepenuhnya usai," ujar Pjs Gubernur BI Darmin Nasution di Jakarta, Rabu, 6 Januari 2010.

Selain ditopang oleh permintaan domestik yang masih meningkat, kata dia, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh optimisme dan ekspektasi percepatan pemulihan ekonomi global yang semakin kuat. Itu terjadi sejak pertengahan tahun yang lalu, serta respons kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Reformasi sektor keuangan yang dilakukan selama beberapa tahun sebelumnya juga memberikan kontribusi pada peningkatan daya tahan perbankan terhadap gejolak eksternal. Ke depan, prospek perekonomian Indonesia diperkirakan semakin membaik terutama apabila dibarengi dengan perbaikan mikro struktural dalam perekonomian.

Daya tahan perekonomian domestik masih cukup kuat dibarengi penurunan tekanan inflasi. Inflasi 2009 tercatat sebesar 2,78%, di bawah sasaran inflasi Bank Indonesia sebesar 4,5%±1%. Rendahnya inflasi di tahun 2009 sejalan dengan moderatnya pertumbuhan ekonomi, menguatnya nilai tukar Rupiah, menurunnya harga-harga komoditas dunia, dan penurunan harga BBM dalam negeri.

Perkembangan positif pada laju inflasi dan nilai tukar rupiah sejauh ini mampu menjaga ekspektasi pelaku ekonomi tentang stabilitas ekonomi makro, sekaligus menurunkan risiko dan memberi kepastian bagi pelaku ekonomi baik di sektor riil maupun di sektor keuangan.

Ke depan, seiring dengan pemulihan ekonomi, laju inflasi 2010 sedikit meningkat namun masih pada kisaran sebesar 5%±1%.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ