VIVAnews - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) dikabarkan sedang menjajaki akuisisi atau merger dengan perusahaan sejenis.
"Perseroan ingin melebarkan sayap dan memperkuat bisnis di IT (industri teknologi)," kata sumber VIVAnews di Jakarta, Selasa malam, 29 Desember 2009.
Direktur Utama Astra Graphia Lukito Dewandaya ketika dimintai konfirmasi mengakui, tidak menutup kemungkinan perseroan melakukan aksi korporasi tersebut. Sebab, hal itu bertujuan meningkatkan kinerja ASGR ke depan.
"Kita terus menjajaki aksi-aksi akuisisi atau ekspansi, demi perkembangan bisnis perseroan," kata dia saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2009.
Namun, dia mengatakan hal tersebut belum bisa dipublikasikan saat ini. Sebab, rencana itu masih dalam penjajakan dan belum terealisasi. "Kalau sudah oke, tentunya akan kami laporkan ke Bapepam, BEI, dan publik," tutur Lukito.
Seperti diketahui, per 30 November 2009, PT Astra International Tbk memiliki saham berkode ASGR sebesar 76,87 persen dann sisanya dimiliki publik.
Pada perdagangan Selasa, 29 Desember 2009, ASGR ditutup naik Rp 15 (5,00 persen) di posisi Rp 315. Broker PT HD Capital Tbk dengan kode broker HD tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Astra Graphia.
Sepanjang September 2009, pendapatan bersih Astra Graphia melesat sekitar 56,32 persen menjadi Rp 958,91 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp 613,44 miliar.
Meski demikian, laba bersih terkikis 16,08 persen menjadi Rp 47,13 miliar atau Rp 34,95/saham dibanding kuartal III-2008 yang mencapai Rp 56,16 miliar atau Rp 41,64 per saham.
Pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan disebutkan, penurunan laba bersih dipicu oleh kenaikan beban usaha menjadi Rp 195,24 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 152,78 miliar.
Selain itu, pendapatan bunga turun menjadi Rp 1,77 miliar dari September 2008 sebesar Rp 4,24 miliar. Sementara itu, laba usaha tercatat menjadi Rp 84,13 miliar dari sebelumnya Rp 70,93 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan Astra Graphia ikut tergerus menjadi Rp 66,51 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp 74,57 miliar.
antique.putra@vivanews.com