VIVAnwews - Lagi-lagi target lifting atau produksi minyak terjual tahun ini sebesar 960 ribu barel per hari tidak tercapai. Realisasi lifting tahun ini hanya 945 - 948 ribu barel per hari. Produksi minyak terus menurun hingga di bawah satu juta beral per hari.
Menurut Dirjen Mitas Evita Legowo tidak tercapainya lifting minyak itu dikarenakan faktor kendala cuaca. "Pada November ada beberapa stok kita yang tidak bisa terangkat," kata dia di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin 28 Desember 2009.
Dia berharap tahun depan lifting minyak sebesar 960 ribu barel per hari bisa tercapai. Beberapa waktu lalu, pemerintah mengajukan target lifting minyak dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Negara 2010 sebesar 960 ribu barel per hari. Angka ini tidak mengalami peningkatan dibandingkan target dalam APBN 2009.
Produksi minyak diperkirakan berasal dari lapangan yang dikelola PT Chevron Pasific Indonesia sebesar 364.800 barel per hari, dan PT Pertamina dan mitranya, sebesar 131.800 barel per hari.
Sedangkan produksi gas, pemerintah mengajukan target 7,6 triliun British thermal unit per hari, naik dibanding 2009 sebesar 7,5 triliun BTU per hari. Produksi gas terutama dari lapangan yang dikelola PT Inpex Petroleum, PT Total E&P Indonesia, dan PT Pertamina. Jadi total produksi migas 2010, diperkirakan 2,36 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD).
Sementara ketika ditanya kapan Indonesia akan masuk menjadi anggota OPEC, Evita mengatakan saat ini masih belum bisa karena produksi minyak Indonesia lebih rendah dibanding kebutuhan. Dia memperkirakan pada 2014 saja Indonesia masih belum bisa masuk menjadi anggota OPEC, meski lifting pada tahun itu diperkirakan 1,40 juta barel per hari.
hadi.suprapto@vivanews.com