Bisnis
Perdagangan Bebas Asean China

Awal Januari, Draf Penundaan Terbang ke Asean

Sabtu, 19 Desember 2009, 14:40 WIB
Antique, Elly Setyo Rini

VIVAnews - Pemerintah belum memfinalkan draf jumlah sektor dan pos tarif (jenis produk) yang akan direnegosiasikan ke seluruh negara Asean dan China. Draf ini akan purna pada 30 Desember 2009.

"Itu deadline (tenggat waktu) yang diberikan Menko Perekonomian. Jadi sekarang ini masih kerja keras untuk menyelesaikannya," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edy Putra Irawady di usai diskusi Trijaya di Jakarta, Sabtu, 19 Desember 2009.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Depperin Agus Tjahayana menyebutkan terdapat sebanyak 303 pos tarif (jenis produk) dari delapan sektor industri plus 11 pos tarif (jenis produk) dari UKM, yang diusulkan ditunda dari total sekitar 2.500 pos tarif (jenis produk) yang keberatan atas pemberlakuan FTA Asean-China.

Tentunya, dia menambahkan, masih ada kemungkinan sektor usaha lain dimasukkan dalam draf penundaan untuk renegosiasi atau ada sektor yang justru dikeluarkan.

Edy menuturkan, sektor lain yang belum termasuk dalam 314 pos tarif namun perlu untuk dimasukkan di antaranya, kosmetik, herbal, dan obat-obatan.

Namun, perlu juga ditinjau ulang dari 314 pos tarif itu, ada yang perlu untuk dikeluarkan dari daftar. "Perlu dilihat lagi, karena sebagian besar dimiliki oleh para pemodal asing. Jadi, pertimbangan nasionalisme harus menjadi pertimbangan," kata dia.

Setelah finalisasi, draf usulan penundaan akan diserahkan pada Asean Free Trade Area (AFTA) Council pada awal Januari 2010. "Setelah tahun baru, harus sudah diajukan ke masing-masing negara Asean," kata dia.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial