Bisnis

Apindo: Investasi Tunggu Efek FTA ASEAN-China

Pemerintah sebaiknya menyelamatkan industri yang akan terancam FTA.

Jum'at, 18 Desember 2009, 00:41 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China ternyata berimbas pada investasi baru yang hendak masuk Indonesia.

"Tahun depan, saya perkirakan di sektor manufaktur tidak akan banyak investasi, karena investor-investor masih ingin melihat efek dari FTA ASEAN-China," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi di Jakarta, Kamis 17 Desember 2009.

Selain itu, tak akan banyak investasi baru karena masih ada kelebihan kapasitas dan jaminan ketersediaan listrik. Menurut Sofjan, sebaiknya pemerintah menyelamatkan industri yang akan terancam FTA ketimbang menunggu investasi baru.

Kalaupun investasi baru masuk, akan sama dengan investasi yang terjadi 10 tahun belakangan ini. Semisal, perkebunan, industri jasa (properti, mall, dan retail).

Sementara, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2010, menurut Sofjan, akan bisa mencapai 5 hingga 5,5 persen. Karena, sebanyak 70 persen terdiri dari pasar domestik dan sisanya ekspor yang dominan migas.

"Bisa saja tumbuh di atas 6 persen kalau pemerintah mau kerja keras. Tapi sulit kalau masalah poltik seperti Century dan Cicak versus Buaya, belum juga selesai," kata dia.

Karenanya, dia memperkirakan, dalam waktu 4 bulan, kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya bisa terlihat jelas.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
webtorial