Skandal Bank Century

2 Hari, Suntikan Century Meningkat 4 Kali

Menkeu meminta pertanggungjawaban BI ketika mengetahui data yang disampaikan BI tak valid.

Rabu, 16 Desember 2009, 20:46 WIB
Hadi Suprapto, Nur Farida Ahniar
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani ternyata meminta pertanggungjawaban Bank Indonesia ketika mengetahui data yang disampaikan Bank Indonesia pada rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan tidak valid. Hal itu dikarenakan dalam waktu 2 hari suntikan penyertaan modal sementara Bank Century meningkat empat kali lipat.

"Saat itu Menkeu menyatakan, perlu pertanggungjawaban profesional secara tertulis. Ini kami ungkapkan fakta ini ada data tertulis," kata Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Hasan Bisri di sela-sela rapat dengan Pansus DPR di Jakarta, Rabu malam, 16 Desember 2009

Menurut Hasan, saat penetapan status Century sebagai Bank Gagal, BI mengatakan untuk menaikkan rasio kecukupan modal (CAR) Century posisi 31 Oktober 2008 dari negatif 3,53 persen menjadi 8 persen dibutuhkan tambahan modal Rp 632 miliar. Namun, jumlah itu akan bertambah seiring dengan memburuknya Bank Century.

Dua hari berselang, Minggu 23 November, rapat LPS dengna BI mendapatkan informasi bahwa biaya yang diperlukan agar CAR 8 persen sebesar Rp 2,6 triliun dari semula Rp 632 miliar. Hal ini dikarenakan adanya perubahan asumsi penilaian surat berharga valas yang semula dinilai lancar menjadi aset macet sehingga harus disisihkan 100 persen.

BPK berpendapat tidak lengkapnya data seharusnya tidak boleh menjadi dasar dalam memutuskan biaya penyelamatan.

Menurut Hasan, apabila data bank dijelaskan dengan gamblang oleh BI, seharusnya BI melaporkan tidak hanya membutuhkan suntikan awal Rp 632 miliar namun lebih dari itu. Hal itu dikarenakan aset buruk seharusnya ikut dihitung. "Ini menyebabkan Ketua KSSK tidak bisa memperkirakan seberapa besar suntikan," katanya.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
burhan
17/12/2009
memang itulah cara para pejabat2 kita memcuri uang di negeri ini,ingat BLBI 700 trilyun
Balas   • Laporkan
Pemerhati
16/12/2009
Gini loh Pak Hasan...yang 632 Milyar ga usah dibahas..karena itu masih dalam mekanisme FPJP = terbatas hanya untuk modal kliring. Datanya pun masih pakai data CAR 30/09/2008 yang positif. Dikucurinnya juga pas 14/11/08. Habis dapat kucurin FPJP, BI rapat
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ