Skandal Bank Century

BPK Akui November 2008 Sedang Krisis

Menurut BPK, Bank Indonesia tergesa-gesa membuat analisis dampak sistemik.

Rabu, 16 Desember 2009, 18:43 WIB
Hadi Suprapto, Nur Farida Ahniar
Century Bank (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri mengakui pada saat penyelamatan Bank Century pada November 2008, sedang dalam kondisi krisis. Namun Ketua Pengarah Audit Investigasi Bank Century itu tidak mengetahui psikologi pasar seperti yang disampaikan Bank Indonesia.

Dalam pemaparan di depan anggota Pansus Angket Bank Century, Hasan Bisri mengatakan, Bank Indonesia tergesa-gesa membuat analisis dampak sistemik. Menurut dia, pada saat itu indikator seperti Dana Pihak Ketiga, Non Performing Loan, dan kondisi likuditas dalam kondisi baik.

Namun ketika ditanya wartawan mengapa hanya ukuran tersebut yang dipakai, sementara rupiah melemah hingga level Rp 13.000 dan IHSG juga anjlok, Hasan mengakui bahwa pada saat itu sedang krisis. "Saya tahu itu kondisi krisis, namun persoalannya bagaimana KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan) memutuskan dengan data bank yang lengkap itu, itu saja," kata dia di sela-sela rapat dengan Pansus DPR di Jakarta, Rabu 16 Desember 2009.

Namun dalam hasil analisisis BI menyebutkan kondisi psikologis pasar. Dia mengakui tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan psikologis pasar. Menurut persepsinya jangan sampai penutupan bank menimbulkan ketidak percayaan pada perbankan.

Yang dimaksud Hasan mengenai ketidaklengkapan BI dalam memberikan data kepada KSSK, adalah BI menyatakan pada awalnya Bank Century membutuhkan modal Rp 632 miliar. Namun dalam waktu dua hari libur dana itu meningkat 4 kali lipat karena aset berupa surat surat berharga dianggap dalam kondisi macet.

Sementara pada saat pengambilan keputusan pada 21 November 2008, surat berharga yang dimiliki Century dianggap dalam kondisi lancar. "Mengapa pada saat setelah diambil alih baru BI menerapkan sistem prudent? sementara pada malam pengambilan keputusan surat berhaga itu tidak ikut dihitung."

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Pemerhati
16/12/2009
Ah si Hasan cuman pura-pura...kalau dia ga memahami krisis sudah sejak dulu orang-orang BPPN plus konsultan-konsultannya dimasukin bui semua sama dia..Faktanya mana ada orang BPPN (apalagi obligor BLBI) yang notabene diaudit sama si Hasan yang masuk bui..
Balas   • Laporkan
Pemerhati
16/12/2009
Geblek nih Hasan..yang Anda maksud (sesuai isi Lap Audit) kan data seperti yang disampaikan LPS? Ya bedalah..BI kan cuman perlu mutusin ini Century masih bisa hidup apa kagak. Dari data yang ada saja saat itu (meski cumn pake data CAR minus 2,37%) kan sdh
Balas   • Laporkan
tuti
16/12/2009
pak bisri mengakui tidak tahu psikologi pasar. dari sini diketahui bahwa hanya profesional lah yang mengerti..............
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ