VIVAnews - Program pembangunan 1.000 menara (tower) apartemen bersubsidi atau rumah susun sederhana milik (Rusunami) yang diluncurkan pemerintah sejak awal 2007, disambut baik para pengembang.
Tak terkecuali PT Arsidinamika Cipta yang membangun Rusunami Sky View di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Arsidinamika Cipta merupakan pengembang pertama yang membangun rusun murah di Kota Tangerang Selatan, Banten.
Rusunami Sky View dibangun di atas lahan seluas 3.911 meter persegi, terdiri atas satu tower berbentuk F yang keseluruhannya berjumlah 537 unit. Ada dua tipe yang dipasarkan, yakni tipe satu kamar tidur dan tipe dua kamar tidur, yang dijual dengan harga mulai dari Rp 85 juta hingga Rp 150 juta.
Hari ini, Rabu, 16 Desember 2009, Arsidinamika Cipta menggelar acara ground breaking atau peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Sky View yang dihadiri antara lain Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah, Bupati Tangerang Ismet Iskandar, Walikota Tangerang Selatan Shaleh MT, Presiden Direktur PT Arsidinamika Cipta Kemal Pasya, dan calon pembeli.
Dalam sambutannya, Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa yang dibacakan Deputi Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat Zulfi Syarief Koto mengatakan pemerintah pusat menyambut baik pembangunan Rusunami Sky View karena kebutuhan rumah susun di Banten, khususnya di Tangerang Selatan sangat besar.
"Saat ini, ada 30 tower permohonan Rusunami di Tangerang Selatan. Untuk itu, kami berharap Pemprov Banten membuat Tim Percepatan Pembangunan Rumah Susun agar pembangunannya di Banten semakin banyak. Berilah kemudahan-kemudahan kepada pengembang. Suksesnya pembangunan rumah susun sangat tergantung pada peran pemerintah daerah," kata dia melalui siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, hari ini.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah yang diwakili Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (SDA-P) Provinsi Banten Winaryono menanggapi positif usulan tersebut.
"Kebutuhan hunian vertikal di Banten, khususnya di Tangerang Selatan cukup besar, karena jumlah penduduk yang terus bertambah dan harga tanah yang semakin tinggi. Untuk itu, agar pembangunan rumah susun semakin banyak, kami akan segera membuat tim percepatan agar semua bisa terkoordinasi dengan baik," ujarnya.
Saat ini, Winaryono menambahkan, penduduk Provinsi Banten mencapai 10 juta jiwa, sedangkan Tangerang Selatan mencapai satu juta jiwa. "Kami telah memasukkan pembangunan rumah susun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2007-2012. Berbagai kemudahan dan insentif akan kami berikan kepada pengembang yang membangun dan kami akan membantu membangun infrastruktur dasar,” tuturnya.
Sementara itu, Kemal Pasya mengatakan karena perizinan sudah lengkap, pihaknya siap melakukan pembangunan apartemen bersubsidi Sky View. "Kami melakukan pengurusan izin pada pertengahan 2008. Berkat koordinasi yang baik dengan pihak Pemda setempat, kami telah banyak diberi kemudahan dalam melakukan pengurusan perizinan," kata dia.
Dibangunnya Rusunami Sky View di kawasan sekitar BSD City, karena wilayah tersebut berkembang dengan sangat pesat. Terutama, setelah dibukanya akses tol Pondok Indah - BSD.
Hal itu mengakibatkan wilayah sekitar BSD menjadi semakin menarik untuk dijadikan kawasan tempat tinggal bagi penduduk Tangerang yang bekerja di Jakarta atau sebaliknya. Apalagi, dengan adanya fasilitas shuttle bus dan Kereta Rel Listrik (KRL) ke Serpong.
Intan H Fahmy, general manager Arsidinamika Cipta menuturkan, terlihat ada pasar yang cukup besar untuk hunian dengan harga Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. "Hal itu, terkait kebutuhan yang cukup besar akan hunian bagi bujangan atau pasangan muda yang selama ini kost atau mengontrak rumah di daerah BSD," ujarnya.
Dia mengakui, pihaknya sangat bersyukur bahwa Rusunami Sky View dapat diterima baik oleh pasar. Sebab, hingga saat ini sudah terjual 70 persen. Untuk itu, dirinya optimistis pada akhir Desember 2009 sudah terjual semua, di mana sebagian besar pembelinya menggunakan fasilitas KPR subsidi.
Menurut Kemal, hal itu membuktikan bahwa kebutuhan rumah susun di Tangerang Selatan sangat tinggi. "Sebagian besar pembeli Sky View adalah orang-orang yang bekerja di Serpong dan belum memiliki rumah," kata dia.
Dia menambahkan, apartemen bersubsidi dengan investasi Rp 55 miliar tersebut, direncanakan diserahterimakan pada November 2010.
antique.putra@vivanews.com