Target Akuisisi Antam 2009 Tak Tercapai

Salah satu rencana akuisisi yang batal dilakukan adalah pembelian saham divestasi Newmont.

Rabu, 16 Desember 2009, 14:24 WIB
Antique, Syahid Latif
Tambang batu bara (www.warwick.ac.uk)

VIVAnews - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengaku aksi akuisisi yang direncanakan perusahaan terealisasi pada akhir tahun ini tidak bisa tercapai.

Satu-satunya akuisisi yang berhasil terealisasi hanya pembelian PT Cibaliung Sumber Daya, perusahaan tambang emas di Provinsi Banten, Jawa Barat.

Untuk diketahui, perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor tambang ini sering mengungkapkan rencananya mengakuisisi dua perusahaan tambang emas di Kalimantan. Perseroan berharap akuisisi itu terealisasi akhir tahun ini.

"Sepertinya sampai akhir tahun belum bisa lakukan akuisisi," ujar Direktur Utama Aneka Tambang Alwin Syah Loebis usai BUMN Executive Breakfast Meeting di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu, 16 Desember 2009.

Alwin menuturkan, salah satu rencana akuisisi yang batal dilakukan adalah pembelian saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara yang menjadi jatah pemerintah. Sedangkan akusisi perusahaan tambang batu bara yang saat ini dalam proses uji tuntas (due diligence) juga belum kunjung selesai.

Menurut Alwin, tidak terealisasinya rencana akuisis perseroan sampai akhir tahun menyebabkan realisasi modal belanja (Capex) hingga saat ini, baru mencapai Rp 1 triliun. Padahal, Antam mengganggarkan dana sekitar Rp 3 triliun tahun ini.

PLTU Pomalaa
Pada bagian lain, Alwin juga mengatakan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi rencana investasi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Evaluasi seharusnya sudah selesai pada akhir 2009 ini.

"Masih tunggu hasil evaluasinya. Kami menginginkan sesegara mungkin, dari situ baru diketahui kebutuhan dananya. Mudah-mudahan awal 2010 sudah selesai, karena kami sebetulnya mengharapkan akhir tahun ini," katanya.

Keterlambatan evaluasi tersebut akibat Antam dan mitranya harus menghitung ulang kebutuhan investasi disesuaikan dengan kondisi dan situasi harga saat ini.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ