VIVAnews - PT Jasa Marga Tbk mengaku tertarik dalam pengembangan proyek Jembatan Selat Sunda.
"Saat ini, perseroan sedang mengkajinya," kata Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito pada acara Editor Gathering di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Rabu, 16 Desember 2009.
Menurut Frans, perseoan sangat tertarik terhadap Jembatan Selat Sunda. Namun, pihaknya akan melihat kelayakan dan dari segi pendanaan perusahaan. "Soal Selat Sunda, kami jelas tertarik," tuturnya
Dia mengakui, Jasa Marga sekarang ini sedang membangun tujuh ruas jalan tol. "Itu saja sudah menelan Rp 25 triliun. Nah, Jembatan Selat Sunda kan butuh pendanaan sekitar Rp 100 triliun," kata Frans.
Yang jelas, Frans menambahkan, perseroan ingin ikut serta dalam proyek tersebut. "Tetapi sebagai apa, kita masih bahas," ujarnya.
Sebelumnya, dia menyatakan minatnya untuk ikut bersama membangun Jembatan Selat Sunda, karena terlihat banyak peluang bisnis. Selain operator tol, lingkungan sekitar juga bisa digali potensinya sebagai kompensasi pembangunan jembatan.
"Dugaan saya, dengan jembatan itu ditolkan, kompensasi pembayaran yang masuk tidak akan cukup untuk membayar investasi jembatan," kata Frans. Untuk itu, harus ada kombinasi lingkungan sekitar melalui pengembangan wilayah.
"Kami belum menghitung apa-apa, baik itu volume kendaraannya, harga tiketnya, atau rencana lain. Tapi memang pulau-pulau sekitar bisa dijadikan tempat rekreasi atau mungkin bisnis properti di lingungan kedua ujung pulau," ujar Frans.
Menurut Frans, kalau seandainya Jasa Marga ikut, nantinya Jasa Marga tidak akan sendiri. "Kami akan masuk dalam konsorsium," katanya.
antique.putra@vivanews.com