VIVAnews - Selama sembilan bulan 2009, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan penjualan bersih Rp 28,2 triliun. Perolehan penjualan itu turun 5,7 persen dari Rp 29,9 triliun dibanding periode sama 2008.
"Penurunan itu disebabkan turunnya harga CPO (minyak sawit mentah) dan komoditas lainnya. Sedangkan hampir seluruh unit usaha membukukan peningkatan volume penjualan," kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Indofood Anthoni Salim dalam siaran pers di Jakarta, Selasa 15 Desember 2009.
Grup produk konsumen bermerek (CBP) mengontribusi penjualan bersih sebesar 43 persen atau meningkat dari sebelumnya 30 persen. Hal itu dipicu peningkatan volume penjualan di seluruh divisi.
Selama periode itu, laba kotor naik 3,5 persen menjadi Rp 7,72 triliun dari sebelumnya Rp 7,46 triliun. Kenaikan laba kotor terutama karena peningkatan kinerja grup CBP dan distribusi.
Laba usaha juga tumbuh 4,2 persen menjadi Rp 3,73 triliun dari sebelumnya Rp 3,58 triliun. Marjin laba kotor dan marjin laba usaha masing-masing meningkat menjadi 27,4 persen dan 13,2 persen.
Sementara itu, termasuk keuntungan nilai tukar, laba bersih naik signifikan menjadi Rp 1,58 triliun dari sebelumnya Rp 1,11 triliun.
Peningkatan dalam kinerja operasional tercermin dalam peningkatan core profit menjadi Rp 1,21 triliun dari sebelumnya Rp 1,18 triliun. "Kami senang tahun ini terus menghasilkan kinerja yang baik, meski harga CPO turun," ujarnya.
arinto.wibowo@vivanews.com