Koneksi Listrik RI-Malaysia Terwujud 2015

Keberadaan transmisi Indonesia-Malaysia untuk mengefisienkan penggunaan listrik.

Senin, 14 Desember 2009, 16:29 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
   

VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Negara bekerja sama dengan Tenaga Nasional Berhad, perusahaan tenaga listrik milik pemerintah Malaysia, membangun jaringan interkoneksi Sumatera-Malaysia sepanjang 100-200 kilometer.

Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengatakan, pembangunan transmisi antara negara ini dipastikan teralisir dalam 5 tahun ke depan. "Ide ini sudah dilakukan dan dalam 5 tahun kedepan terealisir," kata Fahmi di Departemen Keuangan, usai penandatanganan MoU dengan perbankan nasional, Senin 14 Desember 2009.

Menurut dia, keberadaan transmisi Indonesia-Malaysia untuk mengefisienkan penggunaan listrik. "Karena Indonesia dan Malaysia sama-sama punya potensi," ujar Fahmi.

Indonesia menurut dia, pada siang hari bisa mengekspor listrik dari tenaga batu bara. Sedangkan Malaysia pada malam hari bisa mengekspor listrik dari pembangkit tenaga air.

Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Bambang Praptono mengatakan, pembangunan interkoneksi tersebut untuk pertukaran listrik dengan cara memindahkan aliran listrik kedua negara pada saat beban puncak. Tukar menukar pasokan listrik bisa sebesar 600 Megawatt pada 2015 mendatang.

"Prinsipnya bukan Indonesia mengirim listrik, tapi kerja sama pertukaran listrik waktu beban puncak. Malaysia pada siang hari diberi 300 MW, dan malam hari Malaysia mengembalikan 300 MW," kata Bambang di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa 27 Oktober 2009.

Menurut dia, dengan adanya kerja sama ini, PLN tidak perlu lagi mengoperasikan unit-unit pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak, sehingga dapat mengurangi biaya pokok penyediaan dan bisa mengamankan pasokan listrik.

Bambang menjelaskan, titik serah pasokan dimulai dari Sumatera. Sedangkan untuk jarak kabel interkoneksi akan melalui jalur laut dan darat. "Rutenya masih kami bicarakan," ujarnya.

Untuk pendanaan pembangunan jaringan transmisi ini, diperkirakan menelan investasi sekitar US$ 300 juta. "Saat ini sudah ada beberapa pihak yang menawarkan pinjaman, di antaranya Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Dunia, serta Japan International Corporation Agency."

Bambang menargetkan, pada 2012 pembangunan jaringan transmisi ini sudah harus dibangun, sehingga target pertukaran listrik pada 2015 bisa direalisasikan. Saat ini PLN  juga sudah memiliki kerja sama serupa dengan dibangunnya jaringan transmisi listrik yang menghubungkan Serawak dan Pontianak, yaitu Serawak Electric Company (Sesco).

Proyek ini merupakan bagian dari proyek ASEAN Power Grid (APG) di mana pada masa datang di ASEAN akan ada  interkoneksi listrik ASEAN, di antaranya Semenanjung Malaysia-Singapura, Thailand- Semenanjung Malaysia, dan Serawak-Semenanjung Malaysia.

Selain itu, Sumatera-Semenanjung Malaysia, Batam-Bintan-Singapura-Johor, Serawak-Kalimantan Barat, Filipina-Sabah, Serawak-Sabah-Brunei, Thailand-Laos, Laos-Kamboja, Thailand-Myanmar, Vietnam-Kamboja, Laos-Vietnam, dan Thailand-Kamboja.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ