VIVAnews - Lepas dari hingar-bingar soal skandal Bank Century, anggota pansus angket Century dari Fraksi PDIP, Gayus Lumbuun, mengingatkan pemerintah bahwa posisi Gubernur Bank Indonesia sampai saat ini masih kosong.
Pemerintah belum juga menunjuk secara tetap pengganti Boediono yang kini sudah menjabat sebagai wakil presiden di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
“Kita masih belum mempunyai Gubernur BI. Posisi itu sudah enam bulan kosong. Enam bulan bukanlah jangka waktu yang pendek. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” kata Gayus di Jakarta, Sabtu 12 Desember 2009.
Ia menyatakan, Komisi XI DPR yang bergerak di bidang finansial dan perbankan, telah meminta pemerintah untuk segera mengisi jabatan Gubernur BI yang strategis itu.
Gayus menyatakan, kekosongan posisi di pucuk pimpinan BI dikhawatirkan akan memicu melemahnya pengawasan BI, dan memunculkan dominasi bank asing di negeri ini. Gayus mencontohkan, Temasek kini hampir menguasai hampir seluruh bank besar dan cabang-cabangnya di tingkat daerah hingga kecamatan. Temasek ialah BUMN milik pemerintah Singapura.
Karena itu, Gayus menilai bahwa posisi Gubernur BI penting untuk diisi kembali, karena BI harus mulai memikirkan strategi agar perbankan Indonesia sendiri bisa tembus ke luar negeri. “Supaya jangan seperti tamu di negeri sendiri,” kata Gayus.
Ia kembali mengingatkan, Indonesia mempunyai kelemahan luar biasa dalam bidang pengawasan, meski mempunyai banyak ahli ekonomi makro dan mikro.
hadi.suprapto@vivanews.com