Pemda DKI Berupaya Gandeng Investor Arab

Salah satu bank terbesar di UEA akan menjajaki kemungkinan membuka cabang di Indonesia

Jum'at, 11 Desember 2009, 07:25 WIB
Renne R.A Kawilarang
Pertemuan "Jakarta Business Forum" di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (VIVAnews/KBRI Abu Dhabi)

VIVAnews –  Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta berupaya menarik minat para pengusaha Uni Emirat Arab (UEA). Jakarta terus berbenah diri menjadi salah satu pusat (hub) bagi bisnis dan perdagangan.

Demikian menurut seorang pejabat Pemda DKI Jakarta di depan kalangan pebisnis UEA dan Indonesia pada pembukaan Jakarta Business Forum, 9 Desember 2009 di Hotel Hilton, Abu Dhabi.
 
Hasan Basri Saleh, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Pemda DKI Jakarta dalam presentasinya menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang terbuka untuk investasi. “Jakarta sebagai ‘special region’ menawarkan peluang bisnis dengan kerjasama yang saling menguntungkan,” kata Hasan seperti dikutip dalam siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi.

“Jakarta juga disiapkan menjadi hub untuk perdagangan, perhubungan dan komunikasi, perbankan, administration services, hotel dan restaurant, serta pelatihan dan pendidikan,” lanjut Hasan, yang membawa serta kalangan BUMN dan swasta seperti Jakarta Tourisindo, Jakarta Pulo Gadung Industrial Estate, Bank DKI dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.

Sayangnya, Hasan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut apakah pemerintah DKI Jakarta bisa memberikan jaminan atas sejumlah faktor penting bagi para investor, misalnya mengenai kepastian regulasi tenaga kerja dan beberapa insentif yang bisa dinikmati investor dalam membuka usaha di Jakarta. Padahal faktor-faktor itulah yang sering mendapat sorotan dari para calon investor asing

Duta Besar Indonesia untuk UEA, Wahid Supriyadi, kepada para pebisnis Arab juga mengungkapkan bahwa Jakarta merupakan kota metropolitan ke-12 terbesar di dunia dan telah menjadi pusat ekonomi, budaya dan politik Indonesia serta memiliki jaringan infrastruktur yang terbaik di Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan one on one meeting dan telah diperoleh beberapa tawaran kerjasama antara lain dari Abu Dhabi Fund Development (ADFD) kepada BPMP, Jakarta Tourisindo dan Bank DKI. ADFD adalah salah satu badan usaha milik Pemerintah Abu Dhabi yang bergerak di bidang pendanaan proyek-proyek di negara berkembang.

National Bank of Abu Dhabi (NBAD) salah satu bank terbesar di UEA akan menjajaki kemungkinan membuka cabangnya di Indonesia dan dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke Jakarta guna bertemu dengan pihak-pihak terkait.

Saat ini NBAD telah membuka kantor cabang pertamanya di Asia yaitu di Hong Kong. Demikian pula halnya dengan First Gulf Bank yang berencana melakukan investasi di Indonesia di bidang infrastruktur.

CEO Club UEA melihat bahwa Indonesia cukup stabil dan dapat bertahan dengan krisis global yang menerpa dan hal ini menjadi perhatian kalangan CEO di UEA yang meminta pengaturan kunjungan untuk pertemuan antara CEO UEA dan Indonesia di Jakarta.

Sementara dari Quantum Consultan yang bergerak di bidang training and education meminta bantuan dicarikan counterpart yang bisa diajak kerjasama untuk pengembangan usahanya.

Dalam kegiatan bisnis forum ini, juga berbicara nara sumber setempat yaitu mantan Menteri Lingkungan dan Air yang juga pernah menjabat sebagai Dubes UEA di Jakarta, dan Ketua CEO Club UEA yang memberikan gambaran mengenai peluang kerjasama bisnis antar kedua negara.

Menurut Dubes Wahid, dalam kurun waktu sebulan telah dilakukan 3 kali business meeting antara pejabat tinggi dan kalangan bisnis/pengusaha Indonesia dengan berbagai kalangan di UEA. Delegasi Indonesia berasal dari Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jawa Barat dan Pemprov Banten.

Hal ini menggembirakan karena potensi UEA yang saat ini telah menjadi pusat ekonomi (economic hub) di kawasan Timteng mulai diminati para pengusaha Indonesia. Indonesia tahun ini juga berpartisipasi dalam Dubai Global Village, sebuah pameran terbesar di Timteng selama 3 bulan (Nopember – Pebruari) yang menampilkan produk-produk UKM dari berbagai daerah.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ