VIVAnews - Pemerintah belum berkeinginan menyerahkan proyek National Single Window (NSW) kepada sektor swasta. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan sampai 2011 nanti, proyek NSW tetap akan dioperasionalkan pemerintah di bawah kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Menurut Hatta, NSW tetap digarap oleh pemerintah agar dalam masa transisi tidak terjadi gangguan. "Kita sudah menerapkan NSW sejak 2005 untuk impor, dan kami harapkan, itu tidak terjadi gangguan hanya karena masalah manajemen baru dan tata kelola yang baru," kata Hatta di Kantor Menko Perekonomian, Rabu 9 Desember 2009.
Untuk itu sambil berjalan sampai 2011, sampai dengan penerapan NSW impor dan ekspor secara sempurna, NSW terus akan dievaluasi. "Kami sambil melangkah, juga mengevaluasi apakah perlu lembaga independen," katanya.
Tapi bagaimana ke depannya setelah 2011? Hatta tidak bisa menjawabnya sekarang.
"Sementara ini masa transisi. Tujuan kami adalah paperless dan semakin kurangnya sentuhan dengan A, B, C, D, sehingga biaya minimal dan kecepatan semakin cepat," kata Hatta.