VIVAnews - PT BAT Indonesia Tbk (BATI) menetapkan dua perwakilannya pada jajaran direksi PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA). Sedangkan Direktur Utama Bentoel Nicholas B Tirtaatmadja akan menempati posisi komisaris.
Pergantian direksi dan komisaris hasil penggabungan (merger) kedua perusahaan akan efektif pada 1 Januari 2010. "Direksi Bentoel menilai, ada potensi dari penggabungan usaha tersebut," kata Nicholas usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bentoel di hotel Mulia, Jakarta,
Jumat, 4 Desember 2009.
Nicholas menambahkan, penggabungan tersebut akan meningkatkan efisiensi dan inovasi bagi Bentoel. Pasalnya, BAT memiliki nilai tambah pada inovasi serta jaringan internasional. Selain itu, kantor BAT internasional tersebar di 108 negara di seluruh dunia.
BAT juga memiliki pabrik rokok di 40 negara. "Melalui hal itu, BAT akan memberi kekuatan bagi Bentoel," ujarnya.
Nicholas menuturkan, perusahaan gabungan akan memiliki pangsa pasar sekitar 8,2 persen. Sebab, pangsa pasar Bentoel saat ini mencapai 6,1 persen dan BAT Indonesia 1,1 persen.
Sementara itu, industri rokok di dalam negeri masih berpotensi. Secara roadmap, pemerintah membatasi rokok beredar hanya 260 miliar batang per tahun. Perusahaan akan mengupayakan inovasi untuk meraih pangsa pasar tersebut.
"Kami akan belajar menyinergikan inovasi pada rokok kretek," ujar dia.
Sementara itu, RUPSLB menyetujui penggabungan usaha kedua produsen rokok tersebut. Perusahaan gabungan tetap bernama Bentoel Internasional Investama dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Jeremy Pike sebagai direktur utama dan Chief Financial Officer (CFO), Andre Joubert. Pike dan Joubert sebelumnya menduduki posisi di BAT.
Direktur Utama Bentoel Nicholas akan menduduki posisi komisaris, bersama dengan Djoko Moeljono sebagai komisaris utama.
Selain itu, pemegang saham BAT menyetujui konversi saham BAT menjadi saham Bentoel dengan rasio 1:7,68. Masa efektif penggabungan diharapkan terealisasi pada 1 Januari 2010.
Paska merger, BAT Limited akan menguasai 98,26 persen saham di Bentoel. "Kami belum berniat menambah kepemilikan publik," kata Nicholas.
antique.putra@vivanews.com