VIVAnews - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) akan membangun pabrik baru dan dua pabrik penggilingan semen (cement mill).
Menurut Chief Financial Officer Indocement Christian Kartawijaya, perusahaan akan menganggarkan dana sebesar Rp 500-600 miliar untuk pembangunan pabrik baru dan Rp 700 miliar untuk pabrik penggilingan semen.
"Penambahan cement mill sekitar 2 ton di Citeureup akan berkapasitas 2-2,5 juta ton," kata dia dalam acara Investor Summit 2009 di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu 2 Desember 2009.
Menurut dia, pembangunan itu akan selesai pada 2011. "Tapi tergantung demand, bisa di-extend sampai 2012," kata Christian.
Sementara itu, untuk pembangunan pabrik akan memakan waktu selama tiga tahun. "Kapasitasnya 2-3 juta ton dan siap pada 2013," kata Christian.
Pendanaan untuk pabrik dan penggilingan semen akan diambilkan dari kas internal.
Pada 2009, total volume termasuk ekspor dan impor semen sebanyak 14 juta ton. Dia optimistis, konsumsi semen akan meningkat pada 2010.
"Ini efek domino dari industri properti," tutur Christian. Tingkat konsumsi akan memberikan efek pemulihan.
"Kami perkirakan pertumbuhan konsumsi semen sejalan dengan GDP (pertumbuhan domestik bruto) sebesar 5-6 persen," kata dia.
Pertumbuhan konsumsi semen hingga akhir tahun diperkirakan flat. "Ini
lebih baik dari tahun lalu yang mencapai minus dua persen," ujarnya.
arinto.wibowo@vivanews.com