Sampoerna Agro Tertarik Domba Mas

Seperti diketahui, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) Rp 250 miliar di 2009.

Rabu, 2 Desember 2009, 09:39 WIB
Antique
kebun kelapa sawit (deptan.go.id)

VIVAnews - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kabarnya masuk dalam salah satu perusahaan perkebunan yang berminat mengakuisisi PT Domba Mas Agro Inti Prima.

"Perseroan sedang memasukkan penawaran," kata sumber VIVAnews di Jakarta, Selasa malam, 1 Desember 2009.

Investor Relation Sampoerna Agro Michael Kesuma saat dikonfirmasi mengakui, tidak mengetahui adanya informasi tersebut dari pihak manajemen.

"Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan mengenai hal itu," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 2 Desember 2009.

Sedangkan Direktur Keuangan Sampoerna Agro Sie Eddy Kurniawan dan Aries Eris Ariaman, sekretaris perusahaan SGRO sampai berita ini diturunkan belum bisa dimintai konfirmasinya.

Per 31 Oktober 2009, Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. memiliki saham berkode SGRO sebesar 67,05 persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan Selasa, 1 Desember 2009, SGRO ditutup menguat Rp 25 (1,02 persen) di level Rp 2.475. Broker PT Kim Eng Securities dengan kode broker ZP tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Sampoerna Agro.

Menurut Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta, tidak heran sejumlah perusahaan minyak sawit mentah (CPO)  mencoba mengakuisisi Domba Mas. Sebab, harga yang ditawarkan untuk membeli perusahaan perkebunan tersebut cukup rendah.

"Bagi SGRO, tentunya akan menambah aksi perseroan untuk mengembangkan dan ekspansi lahan-lahan sawit yang telah dimiliki saat ini," ujarnya.

Tentunya, kata Robin, hal tersebut (bila terbukti) bisa memberi sentimen positif bagi kinerja dan pergerakan saham Sampoerna Agro. "Beli SGRO, dengan target harga di Rp 2.700," kata dia.

Seperti diketahui, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar sepanjang 2009. Jumlah tersebut turun dari realisasi capex 2008 senilai Rp 300 miliar. Capex akan dipenuhi dari kas perusahaan.
 
Direktur Corporate Affair Sampoerna Agro Hadi Fauzan menuturkan, capex itu akan digunakan untuk penanaman lima ribu hektare (ha) dan pengembangan perusahaan.

"Kami juga terus mengincar lahan untuk diakuisisi, meski kebutuhan lahan baru tidak terlalu mendesak," kata dia usai rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan di gedung Graha Niaga, Jakarta, beberapa waktu lalu.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ