Investor India Berniat Miliki Dayaindo

Per 30 September 2009, penjualan bersih perseroan meningkat 8,1% menjadi Rp 122 miliar.

Selasa, 1 Desember 2009, 11:23 WIB
Antique
Tambang batu bara (www.warwick.ac.uk)

VIVAnews - Perusahaan pembangkit listrik asal India dikabarkan sedang menjajaki kepemilikan saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK).

Menurut sumber VIVAnews, India's National Thermal Power Corp berniat masuk dalam daftar pemegang moyaritas di Dayaindo, karena perseroan banyak mendapat tender pengadaan batu bara dari domestik maupun mancanegara.

"Kabarnya, perusahaan listrik terbesar asal India itu sedang bernegoisasi harga dengan salah satu pemegang saham KARK," ujarnya di Jakarta, Senin malam, 30 November 2009.

Sekretaris perusahaan Dayaindo Resources Endang Wijaya ketika dimintai konfirmasi mengakui, pihak manajemen perseroan sampai saat ini belum menerima pemberitahuan resmi dari pemegang saham mengenai informasi tersebut.

"Kami belum mendengar info itu langsung dari pemegang saham," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2009.

Namun, dia mengatakan akan memberitahukan informasi tersebut ke otoritas bursa maupun publik bila sudah ada penjelasan resmi dari pemegang saham perseroan.

Per 31 Oktober 2009, Alberta (Intl) PTE Limited memiliki saham berkode KARK sebesar 10 persen dan PT Manhattan Asset Management Indonesia 24 persen.

Pada perdagangan Senin, 30 November 2009, KARK ditutup melemah Rp 1 (0,88 persen) di level Rp 112. Broker PT Waterfront Securities Indonesia dengan kode broker FZ tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Dayaindo.

Menurut Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta, KARK merupakan perusahaan yang sedang tumbuh dan melebarkan sayap, hingga rencana akusisi konsensi lahan tambang batu bara di beberapa daerah. "Tentunya, akan banyak sekali investor lokal maupun investor asing yang berminat masuk dalam perseroan," kata dia.

Apalagi, dia menambahkan, permintaan akan batu bara di pasar global terus meningkat. Tentu saja, perusahaan listrik asal India tersebut berniat mengakuisisi perseroan untuk mengamankan pasokan energi batu baranya. "Harga KARK cenderung menuju level Rp 200-250, terlebih bila aksi korporasi tersebut memang benar adanya," kata Robin.

Seperti diketahui, penjualan bersih Dayaindo Resources International per 30 September 2009, meningkat 8,1 persen menjadi Rp 122,02 miliar dari periode yang sama 2008 Rp 112,85 miliar.

Selain itu, naiknya pendapatan dan turunnya beban pokok menjadi Rp 96,38 miliar berhasil meningkatkan laba kotor perseroan sebesar 127,9 persen menjadi Rp 25,65 miliar dari Rp 11,25 miliar.

Bahkan, meski beban usaha membengkak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 11,27 miliar namun laba usaha masih membukukan kenaikan lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 14,38 miliar dari Rp 6,24 miliar.

Pada pos bottom line, tercatat laba bersih yang diraih Dayaindo per kuartal III-2009 naik 5,1 persen menjadi Rp 8,17 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,78 miliar.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ