VIVAnews – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyambut baik keputusan bank sentral Uni Emirat Arab (United Arab Emirate/UAE) yang akan mengucurkan tambahan likuiditas ke sektor perbankan, Minggu 29 November 2009.
Pernyataan tertulis IMF tersebut dikeluarkan setelah bank sentral UAE menyatakan telah mengeluarkan pengumuman pada bank-bank di UAE dan bank-bank asing yang beroperasi di UAE sehingga kini bank-bank tersebut mendapatkan fasilitas tambahan likuiditas terkait rekening mereka di bank sentral.
“UAE adalah sebuah kekuatan ekonomi dengan dasar sumber daya yang kuat dan kami menyambut pengumuman hari ini oleh bank sentral yang memungkinkan bank-bank mendapatkan fasilitas likuiditas khusus,” kata IMF seperti dikutip dari laman Economic Times.
Keputusan bank sentral UAE tersebut dilihat sebagai upaya untuk menenangkan pasar dan mengurangi kecemasan investor setelah Dubai World milik pemerintah meminta penundaan pelunasan utang hingga setidaknya Mei 2010.
IMF akan terus memonitor situasi menyusul pengumuman mengejutkan terkait penundaan pembayaran utang oleh Dubai World dan subsidernya, Nakheel, yang berdampak pada pasar finansial.
Pengumuman bank sentral UAE itu dikeluarkan sebelum pasar saham di Dubai dan emirat tetangganya, Abu Dhabi, memperoleh kesempatan pertama untuk menunjukkan reaksi terhadap permintaan penundaan pelunasan utang, hari ini setelah empat hari libur Idul Adha.
Belum diketahui bagaimana dampak keputusan pengucuran likuiditas oleh bank sentral terhadap pasar saham. Bank sentral UAE juga tidak mengungkap berapa besar likuiditas yang akan diberikan. IMF akan meminta klarifikasi dari otoritas Dubai menggunakan mekanisme kooperatif untuk menanggapi isu antara debitur dan kreditur.