VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tidak ada yang misterius dalam proses pembuatan keputusan Komite Stabilitas Sektor Keuangan terkait penyelamatan Bank Century. KSSK sudah sangat transparan kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Menurut Sri Mulyani dokumen notulensi rapat KSSK tanggal 20-21 november 2008 yang beredar di publik, bukanlah hal yang menjadi dasar sebenarnya dalam pengambilan keputusan.
"Karena apakah keputusan KSSK misterius? Itu tidak," katanya di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa 24 November 2009. Pengambilan keputusan sudah memenuhi tiga syarat yakni sesuai standar akuntabilitas kebijakan, pejabat yang memuat sesuai kewenangan dan azas manfaatnya atau keuntungannya sangat nyata. "Kami mengatakan tidak ada conflict of interest," katanya.
Sri Mulyani pun mempersilahkan kalau ada kriminalitas di lembaga mana pun (LPS, Departemen Keuangan atau Bank Indonesia) sebagai pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan ini untuk diaudit. "Kami silakan, tapi kalau judgement, seharusnya tidak diadili, kalau diadili, seharusnya forumnya dilihat dalam konteks saat pengambilan keputusan itu dibuat," katanya.
Sri Mulyani tetap berpegang teguh bahwa judgment dalam membuat keputusan sudah mempertimbangkan banyak faktor. Hal ini setelah mengevaluasi pengalaman krisis 1997/1998 yang sampai menelan biaya Rp 600 triliun.
"Faktanya, ongkos biayanya tidak. Kami dalam hal ini hanya tugas pencegahan. Jadi dalam hal ini, proses pembuatan keputusan bisa diuji, semua datanya bisa dilihat dan menurut saya itu proses yang sehat," katanya.
Sri Mulyani menyebut bahwa keputusan yang dibuat ini adalah yang terbaik untuk sistem ekonomi keseluruhan. "Pada jam 8 pagi hari, tanggal 21, pada tanggal 21 itu keputusan harus ada. Tidak bisa ditunda, kami pun kalau ada ingin keputusan ditunda, tapi elemen krisis ada saat itu juga," katanya.
"Saya mengibaratkan seperti sebuah rumah yang di situ ada pemabuk, kemudian rumahnya akan dibakar dan untuk melihat potensi itu, semuanya seluruh rumah, keseluruhan, juga kecamatan bisa terjadi. Sekecil apapun kami berkata, kalau bisa selesai di situ saja, karena kalau tidak akan menjalar ke 23 bank yang lain," katanya.