Bisnis
Skandal Bank Century

Darmin: Audit BPK Soal Century Tidak Benar

Darmin Nasution menyebutkan sejumlah kekeliruan penilaian BPK dalam mengaudit Century.

Selasa, 24 November 2009, 18:26 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
Darmin Nasution (www.daylife.com)


VIVAnews
- Bank Indonesia keberatan dengan berbagai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam audit investigasi PT Bank Century yang cenderung menyudutkan bank sentral.

Dalam penjelasannya di kantor Departemen Keuangan di Jakarta, Selasa, 24 November 2009, Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution menyebutkan sejumlah kekeliruan penilaian BPK dalam melakukan audit atas penyelamatan Bank Century.

"Tidak benar, kami tidak menggunakan data mutakhir dalam penetapan Century sebagai bank gagal," ujar Darmin.

Menurut dia, BI sudah memakai data mutakhir dalam menyelamatkan Bank Century. Dalam menetapkan Century sebagai bank gagal, BI menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif menyangkut kondisi makro ekonomi, neraca pembayaran, kurs rupiah, pasar modal dan pasar uang internasional.

"Kami menggunakan data dari BI, BPS, Bapepam dan luar negeri."
 
Dia juga menyalahkan BPK soal tudingan bahwa BI terburu-buru dalam menentukan Century sebagai bank gagal. "Jadi kalau dianggap terburu-buru adalah tidak benar."

• VIVAnews
Rating
Komentar
Abdi ti Legok
26/11/2009
argumen memang begitu..., kalau publik menekan pemerintah atas satu kebijakan yang keliru, pasti pemerintah mengambil barometer acuan-acuan hukum dan peraturan, tapi kalau publik menekan pemerintah dengan aturan-aturan atau hukum yang harus dipatuhi oleh
Balas   • Laporkan
Pemerhati
24/11/2009
Sepertinya terlalu dini untuk kita mengamini begitu saja Laporan Audit BPK. Semestinya BPK dulu bisa ngukur diri untuk tidak mengambil scope audit di luar kemampuan dan kompetensinya serta fokus ke hal-hal tehnis investigatif utk membuktikan adanya penyel
Balas   • Laporkan
Abdi ti Legok
24/11/2009
kemaren apologinya, menunggu hasil audit BPK, hasil audit BPK yang independen telah dikeluarkan saat dikeluarkan BI merasa tidak melakukan kesalahan, padahal udah jelas salah banget, sudahlah kalau itu hasilnya BPK kenapa tidak diakui saja begitu saja kok
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial