Skandal Bank Century

"Profesor Itu Pernah Minta Tolong Boediono"

Dia akhirnya meninggal karena gagal menarik dana Yayasan dari Bank Century.

Selasa, 24 November 2009, 16:29 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Demo skandal Bank Century  

VIVAnews - Sebelum meninggal, Profesor DP sempat menelepon yuniornya, Boediono, yang saat itu menjabat Gubernur Bank Indonesia. Profesor yang Rektor di sebuah perguruan tinggi swasta terkemuka di Yogyakarta itu minta tolong, agar dana Yayasan universitas yang berada di Bank Century bisa dicairkan.

"Beliau adalah rektor sebuah universitas swasta di Yogyakarta yang meninggal karena merasa prihatin karena ada dana di Bank Century," kata Siput, seorang nasabah Bank Century, menceritakan usai rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan, Jakarta, Selasa 24 November 2009. "Uang Yayasan itu merupakan uang ribuan mahasiswa," ujar Siput.

"Beliau sudah sempat menelepon Pak Boediono yang saat itu Gubernur BI untuk memohon bantuan," ujar Siput, "tapi Pak Boediono menjawab mohon maaf dalam hal ini (mengatakan) saya tidak bisa membantu."

Dan Profesor itu pun jatuh sakit memikirkan uang Yayasan sebesar Rp 18 miliar itu. Agustus 2009 lalu, dia meninggal dunia di rumahnya yang berjarak 200 meter dari rumah Boediono di Perumahan Dosen UGM, Sawitsari, Sleman.

Kemungkinan dana Yayasan ini tersangkut di perusahaan sekuritas Antaboga Delta Sekuritas yang menjual produk investasinya melalui Bank Century. Kemungkinan Profesor itu mengira dananya disimpan di Bank Century, namun Century mengalihkan ke Antaboga.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
zulfahmi, se
25/11/2009
Dari pada mikirin angket Bank Century lebih baik DPR memikirkan bagaimana menghijau makmurkan bumi Indonesia, khususnya provinsi Jabar dan Banten yang sudah banyak gundul. Agar bencana kelaparan, kemiskinan dan bencana alam bisa dihindari.
Balas   • Laporkan
joko pinter
24/11/2009
sikap pak boediono udah bener tuh.. ntar di akherat aja sidangnya
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ