VIVAnews - Tiga lembaga keuangan asing bersaing mendapatkan tiga proyek pembangkit listrik yang kini tengah digelar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tender pembangkit tersebut seluruhnya bernilai US$ 1,66 miliar.
"Itu semua pendanaannya dari kredit ekspor," ujar Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Bambang Praptono di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 23 November 2009.
Menurut Bambang, proyek pembangkit listrik yang kini sedang dalam tahap tender adalah saluran kabel bawah laut Bali senilai US$ 60 juta, penguatan Jakarta US$ 300 juta, dan penambahan kapasitas pembangkitan Muara Tawar US$ 1 miliar.
Sementara tiga lembaga keuangan asing yang ikut tender adalah JBIC dan JICA dari Jepang dan KfW dari Jerman. "Pendanaan biasanya berupa kredit ekspor untuk proyek-proyek yang ditender," katanya.
Khusus untuk Muara Tawar, pembangkit berkapasitas 1.200 megawatt membutuhkan pendanaan US$ 1 miliar. Dari jumlah itu, pendanaan melalui kredit ekspor mencapai US$ 850 juta sementara PLN mengalokasikan dana US$ 150 juta.