VIVAnenws - Krisis listrik daerah membuat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membuat kontrak dengan beberapa perusahaan yang memiliki kelebihan pasokan listrik. Pembelian excess power ini diharapkan bisa mengatasi defisit di beberapa wilayah di Indonesia.
"Kami telah melakukan pembicaraan dengan sembilan pemilik excess power dari Sumut, Riau, Jambi, Lampung, Jabar dan Jatim. Mereka ini pengusaha pabrik kelapa sawit, pabrik kertas, pabrik gas dan pabrik tekstil," kata Direktur Operasional Jawa Madura Bali PLN, Murtaqi Syamsuddin dalam rilisnya, Senin 23 November 2009.
Menurut Murtaqi, upaya mengatasi krisis di daerah-daerah luar Jawa secara mendasar memang harus segera menyelesaikan proyek-proyek PLTU 10.000 MW. Tapi untuk itu masih perlu waktu. Untuk mengatasi dengan cepat defisit listrik yang terjadi, PLN akan melakukan dua hal, yakni membeli excess power dan menyewa genset besar.
Pada pertemuan Jumat 20 November 2009 lalu, PLN langsung mendapatkan kesediaaan dan kesiapan dari para pemilik excess power utk membantu memasok listrik ke PLN. Kontrak yang akan ditandatangani adalah untuk memasok listrik 86 MW, dengan rincian:
1. Sumut : 12 MW
2. Riau Daratan: 16 MW
3. Bintan: 4 MW
4. Jatim 10 MW
5. Kalsel 17 MW
6. Jabar 20 MW
7. Lampung 6 MW
8. Jambi 11 MW
Sebelumnya PLN menandatangani kontrak pasokan 106 MW dari perusahaan pemilik excess power di Sumatera Utara (47 MW) dan Jawa Barat (61 MW). Saat ini listrik tersebut sudah masuk ke sistem PLN.
Pada pertemuan yang juga dihadiri para GM PLN itu, secara umum PLN meminta masukan dari para pengusaha mengenai cara mempercepat proses administrasi dan penetapan harga yang bisa diterima kedua pihak secara win-win.
Rencananya dalam minggu ini General Mananger dari daerah bersangkutan akan menandatangani perjanjian pembelian listrik dari para pemilik excess power. Diharapkan listrik dapat dialirkan ke sistem jaringan PLN beberapa hari kemudian.
Sebelumnya, PLN telah membeli excess power di Sumatera Utara sebesar 47 MW dari PT Inalum dan PT Growth Plantation. Selain itu PLN juga telah membeli dari PT Bekasi Power dan PT Argopantes di Jawa Barat sebesar 39 MW.
Murtaqi menambahkan, PLN akan terus menginventarisir potensi excess power di setiap daerah dan melakukan persuasi ke para pemiliknya untuk membantu defisit listrik. "Untuk itu PLN bersedia membayar biaya produksi excess power ditambah margin yang wajar bagi pemilik. Kami memperkirakan potensi excess power yang bisa dimanfaatkan PLN dari Industri Agro di Sumatera dan Kalimatan tidak kurang dari 300 MW," ujarnya.