VIVAnews - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina, masih mengevaluasi tawaran penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang disodorkan Shell dan PTT Thailand. Kedua perusahaan tersebut menawarkan penggunaan teknologi EOR untuk ladang pengeboran minyak Kawengan, Blok Cepu.
"Itu masih dalam evaluasi," ujar Direktur Utama Pertamina EP Salis Aprilian di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 19 November 2009.
Menuru Salis, sampai saat ini kegiatan eksplorasi di ladang minyak masih akan dikerjakan sendiri oleh perusahaan. Sementara tawaran dari Shell dan PTT masih sebatas rekomendasi.
Pertamina EP menargetkan kegiatan eksplorasi Kawengan akan mulai berjalan pada 2010. "Mulai pilot project 2010," ujarnya.
Sekadar informasi, kegiatan eksplorasi minyak saat ini hanya mampu mencapai batas normal sedangkan dua per tiganya dari cadangan tidak dapat diekplorasi karena sulit dan mahal.
Kendati demikian, teknologi EOR memang mahal meski hasilnya jauh lebih murah dibandingkan investasi yang dikeluarkan Pertamina untuk mengeksplorasi ladang minyak baru.
hadi.suprapto@vivanews.com