VIVAnews - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) akan menawarkan kupon obligasi dengan indikasi 11-12,25 persen untuk surat utang seri A. Sementara itu, kupon obligasi seri B sekitar 11,75-13 persen.
Untuk kupon sukuk ijarah yang juga terdiri dua seri, indikasi cicilan imbalan ijarah setara kupon yang berlaku pada obligasi.
Jangka waktu kedua jenis surat utang itu adalah tiga tahun untuk seri A dan lima tahun seri B.
"Pertimbangan penetapan kupon karena kondisi pasar dan rating A+
dari Pefindo (PT Pemeringkat Efek Indonesia)," kata Direktur Standard Chartered Securities Indonesia Agus Wicaksono pada jumpa pers di gedung Pacific Place, Jakarta, Jumat 13 November 2009.
Indikasi kupon tersebut dinilai adil untuk perusahaan dan investor.
Surat utang atau obligasi yang akan dikeluarkan perseroan senilai Rp 300 miliar dengan bunga tetap. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan.
Sementara itu, sukuk ijarah akan diterbitkan senilai Rp 200 miliar dengan jangka waktu yang sama.
Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman sindikasi.
"Untuk melunasi loan yang jatuh tempo Juli tahun depan," kata Direktur Keuangan Mitra Adiperkasa Susiana Latif.
Menurut dia, pinjaman jatuh tempo Juli 2010 mencapai Rp 1,2 triliun. Utang sindikasi berasal dari 13 bank di antaranya Standard Chartered Bank dan PT Bank Danamon Tbk. Pinjaman itu diperoleh tiga tahun lalu.
Perseroan memilih untuk menerbitkan obligasi karena kas perusahaan akan
digunakan untuk ekspansi. "Tapi budget masih dalam tahap finalisasi,
belum bisa disebutkan," kata dia.
Ekspansi yang akan dilakukan di antaranya untuk menambah dan memperluas gerai department store.
Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2010 diperkirakan lebih dari Rp 100 miliar. "Pertumbuhan ekonomi tahun depan akan lebih baik," ujar dia.
Tahun ini, perseroan telah menghabiskan belanja modal sekitar Rp 100 miliar. "Sesuai dengan rencana dan telah habis dipakai (capex)," tutur Susiana.
Sesuai jadwal, obligasi Mitra Adiperkasa akan menjalani masa penawaran awal pada 13-26 November 2009 dengan perkiraan tanggal efektif 4 Desember 2009.
Sementara itu, masa penawaran dilakukan pada 8-10 Desember 2009 dengan penjatahan 11 Desember 2009.
Pembayaran dilakukan pada 14 Desember 2009 dan distribusi surat utang 15 Desember 2009. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 16 Desember 2009.
arinto.wibowo@vivanews.com