Persoalan Newmont Tinggal Masalah Bisnis

Mundurnya rencana Antam dari konsorsium bukan karena ngotot meminta jatah 50 persen saham.

Jum'at, 13 November 2009, 16:08 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Kegiatan penambangan tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara (VIVAnews/Hadi Suprapto)

VIVAnews - Masalah divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara saat ini tinggal masalah bisnis. Deputi Menko Perekonomian Bidang Energi Wimpi S Tjetjep memastikan tidak ada masalah rebutan saham atau masalah lain.
 
"Persoalan sekarang itu, urusan bisnis masing-masing," ujar Wimpi di Kantor Menko Perekonomian, Jumat 13 November 2009.

Menurut dia, mundurnya rencana PT Aneka Tambang Tbk dari konsorsium bukan karena ngotot meminta jatah 50 persen saham. "Tidak, itu sudah selesai semuanya. Persoalan itu sudah clear," katanya.
 
Menurut Wimpi masalah ini karena Antam berkeinginan berdiri sendiri. Antam menyatakan ingin standby alone untuk divestasi. "Apa alasannya, saya tidak tahu, karena itu urusan bisnis to bisnis," katanya.

Pemerintah hanya masuk sebagai fasilitator agar divestasi ini berjalan dengan baik. "Ingat ya, pemerintah di sini adalah pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jadi kalau pemerintah pusat tidak ingin ambil, maka pemda (Pemda NTB) juga sama saja, kan itu juga bagian dari pemerintah," katanya.
 
Wimpi mengatakan, sebenarnya dalam proses divestasi ini pemerintah tidak menginginkan ada masalah. "Apapun asal jadi, tapi lebih bagus kalau semua pihak masuk dalam konsorsium itu," katanya.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ