VIVAnews - Masalah divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara saat ini tinggal masalah bisnis. Deputi Menko Perekonomian Bidang Energi Wimpi S Tjetjep memastikan tidak ada masalah rebutan saham atau masalah lain.
"Persoalan sekarang itu, urusan bisnis masing-masing," ujar Wimpi di Kantor Menko Perekonomian, Jumat 13 November 2009.
Menurut dia, mundurnya rencana PT Aneka Tambang Tbk dari konsorsium bukan karena ngotot meminta jatah 50 persen saham. "Tidak, itu sudah selesai semuanya. Persoalan itu sudah clear," katanya.
Menurut Wimpi masalah ini karena Antam berkeinginan berdiri sendiri. Antam menyatakan ingin standby alone untuk divestasi. "Apa alasannya, saya tidak tahu, karena itu urusan bisnis to bisnis," katanya.
Pemerintah hanya masuk sebagai fasilitator agar divestasi ini berjalan dengan baik. "Ingat ya, pemerintah di sini adalah pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jadi kalau pemerintah pusat tidak ingin ambil, maka pemda (Pemda NTB) juga sama saja, kan itu juga bagian dari pemerintah," katanya.
Wimpi mengatakan, sebenarnya dalam proses divestasi ini pemerintah tidak menginginkan ada masalah. "Apapun asal jadi, tapi lebih bagus kalau semua pihak masuk dalam konsorsium itu," katanya.
hadi.suprapto@vivanews.com