VIVAnews - Pengusaha Bambang N Rachmadi menyatakan pihak McDonald's Corporation meminta dirinya menghentikan operasi restoran ToniJack’s. Bambang merupakan mantan mitra McD di Indonesia sebelum McD Indonesia dibeli Grup Sosro.
Menanggapi itu, Bambang secara tegas mengabaikan permintaan tersebut. Menurut Bambang, permintaan penutupan terjadi karena ketakutan McD terhadap ToniJack’s yang diyakini mereka akan merebut konsumen McD.
ToniJack’s didirikan karena terjadinya pencabutan hak waralaba yang dimiliki Bambang oleh McD Corp. Sebanyak kurang lebih 1.500 orang karyawan dan para supplier terancam kehilangan mata pencaharian.
Menurut Bambang, dengan berbekal pengalaman selama 19 tahun, wajar apabila kehadiran ToniJack’s sebagai ancaman bagi McD.
“Permasalahan dengan McD AS adalah tanggung jawab saya. Sama sekali tidak ada korelasinya dengan ToniJack’s,” kata Bambang dalam keterangannya yang diterima VIVAnews, Jumat 6 November 2009.
Direktur Utama ToniJack’s Indonesia Didit Permana menyampaikan, ToniJack’s tidak khawatir dan siap bersaing. Khusus untuk permasalahan McD dengan Bambang, dia menjelaskan, tuntutan McD salah alamat.
"Tidak seharusnya McD meminta ToniJack’s ditutup," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, VIVAnews belum mendapat konfirmasi dari pihak McD.
hadi.suprapto@vivanews.com