Bisnis

4 Dari 11 Pabrik Baru Gula Masuk Pipeline

Dari empat pabrik baru tersebut pembangunan satu perusahaan sudah dilakukan di Banyuwangi.

Jum'at, 6 November 2009, 15:34 WIB
Antique, Syahid Latif
Pembuatan gula kelapa di Bangsri, Kecamatan Nglegok, Blitar (Antara/ Arief Priyono)

VIVAnews - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara menegaskan pemerintah menargetkan pembangunan empat pabrik gula dari rencana pengembangan sebanyak 11 unit pabrik hingga 2025. Langkah tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen gula di tanah air.

"Dari empat pabrik baru tersebut, pembangunan satu perusahaan sudah dilakukan di Banyuwangi," ujar Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Jumat, 6 November 2009.

Menurut Mustafa, Kementerian BUMN dan Departemen Perindustrian telah membentuk satu tim untuk mengkaji rencana revitalisasi pabrik gula. Tim tersebut diharapkan segera menyerahkan hasil kajiannya dua minggu sejak pembentukannya.

Konsep revitalisasi yang harus diserahkan pada 21 November 2009 tersebut di antaranya mencakup pembangunan pabrik, areal tanam, skema pembiayaan, serta teknologi yang digunakan. "Selanjutnya adalah mengeluarkan kebijakan pemasaran dan kami akan konsultasi dengan Menteri Perdagangan,"  kata Mustafa.

Pemerintah telah menargetkan pembangunan pabrik gula baru guna mencapai target produksi gula konsumsi sebanyak 5,6 juta ton dan 3,3 juta ton gula industri pada 2025. Saat ini, kapasitas produksi pabrik gula mencapai 2,7 juta gula konsumsi dan 2,1 juta ton gula industri.

Untuk mencapai target kebutuhan gula tersebut, pemerintah berencana menambah areal perkebunan tebu seluas 300-400 ribu hektare (ha). Areal seluas itu diharapkan diperoleh di jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat. Selain itu, sejumlah daerah juga menjadi incaran seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

BUMN perkebunan saat ini, setidaknya memiliki tujuh pabrik gula yang berdiri di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, VII, IX, XI, XIV, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial