VIVAnews - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dan sindikasi bank, termasuk Tokyo Mitsubishi sebagai koordinator, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT CIMB Niaga Tbk, DBS, dan Sumitomo Mitsui menandatangani fasilitas pinjaman Rp 1 triliun.
Pinjaman itu untuk mendukung akuisisi perseroan atas pabrik pengolahan semen di Malaysia. Selain itu, dana pinjaman digunakan untuk merestrukturisasi utang.
Direktur Holcim Indonesia Jannus O Hutapea dalam penjelasan tertulis perseroan di Jakarta, Selasa 3 November 2009 mengatakan, fasilitas tersebut sesuai tujuan perseroan untuk tetap memiliki balance sheet yang kuat.
Hal itu untuk mencocokkan jangka waktu keuangan dengan performa jangka panjang dari aset yang ada. Selain itu, perolehan fasilitas pinjaman tersebut untuk memberikan fleksibilitas yang maksimum dalam mengatur kebutuhan modal kerja harian.
Menurut dia, penggunaan pembiayaan rupiah seiring dengan tujuan perseroan untuk mengurangi risiko terhadap perubahan nilai tukar dan akibat dari translation cost atas keuntungan di masa depan.
arinto.wibowo@vivanews.com