VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak main-main untuk menjalankan program dan mengejar target pembangunan yang dicanangkannya dalam lima tahun ke depan. SBY siap siap bertindak tegas terhadap pejabat yang bertanggung jawab.
SBY mengingatkan dalam menjalankan programnya, SBY akan memprioritaskan pada upaya menghilangkan sumbatan-sumbatan yang menghambat program pemerintah. Untuk itu, pemerintah akan mengurai titik-titik persoalan yang menghambat tersebut.
"Apakah pada Undang-Undang, apakah peraturan, atau masalah orangnya. Kalau masalah di orang (pejabat), maka orang itu lebih baik minggir," kata SBY saat menyampaikan pidato di National Summit, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2009. "Saya tidak suka, jika dalam enam bulan masalah tidak selesai-selesai."
Untuk memantau jalannya program pembangunan, SBY akan membentuk tim unit pemantau. Tim inilah yang disebut-sebut akan diketuai oleh Kuntoro Mangkusubroto, mantan Menteri Energi dan Ketua Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias.
SBY memaparkan pemerintah memiliki target-target pembangunan yang harus dicapai dalam lima tahun ke depan.Target itu adalah pertumbuhan ekonomi 7 persen, tekan angka pengangguran menjadi 5-6 persen, serta angka kemiskinan menjadi 8-10 persen.
Untuk mencapai target-target tersebut, SBY memiliki tiga kunci strategi. Pertama, mengerahkan dan menyatukan semua potensi dan sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia. Kedua, berpikir lebih cerdas dan bekerja lebih keras. Ketiga, mengatasi masalah sumbatan pembangunan, sekaligus mempercepat dan mempertajam sasaran pembangunan.
heri.susanto@vivanews.com