VIVAnews--Pemilihan Gubernur Bank Indonesia tergantung pada keinginan presiden. Dua nama yang disebut-sebut sebagai calon Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution dan Hartadi Sarwono sama-sama memiliki kemampuan tinggi.
Ekonom Senior Standart Chartered Bank Indonesia, Fauzi Ichsan mengatakan dua kandidat Gubernur Bank Indonesia ini masing-masing memiliki kelebihan.
Dia menilai Darmin mampu merestrukturisasi sebuah institusi karena memiliki latar belakangnya di Departemen Keuangan. "Kalau presiden ingin merestrukturisasi Bank Indonesia, Darmin pilihan tepat," katanya di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2009.
Di tangan Darmin, kata Fauzi, kasus Bank Century yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara bisa ditelisik lebih jauh. "Karena Darmin berada dalam institusi Departemen Keuangan saat kebijakan mengenai bank Century terjadi," ujarnya memberi alasan.
Sedangkan Hartadi memiliki kemampuan untuk melihat dampak bursa dan pasar uang global, serta bank sentral negara lain terhadap kondisi bursa saham dan ekonomi Indonesia. Hartadi dinilai mumpuni dalam menentukan langkah Bank Indonesia dan mampu bekerjasama dengan bank sentral lain.
"(Pemilihan GBI) tergantung presiden, tokoh yang mereformasi BI atau yang mengerti dampak asing," katanya.
Meskipun demikian, kalaupun posisi Gubernur BI tidak terisi, peran BI tidak banyak terganggu. "BI tanpa Gubernur sudah berjalan. Tetapi masuknya salah seorang sebagai Gubernur akan memperbaiki BI," katanya.
heri.susanto@vivanews.com