Bisnis

Wakil Menteri Politisi Bisa Direspons Negatif

Wakil menteri tidak menentukan kebijakan yang sepenuhnya berada di tangan menteri.

Rabu, 28 Oktober 2009, 15:41 WIB
Arinto Tri Wibowo, Anda Nurlaila
Fauzi Ichsan, Ekonom Stanchart (Vibiznews.com)

VIVAnews - Pelaku pasar menilai posisi wakil menteri di beberapa pos departemen Kabinet Indonesia Bersatu II tidak akan efektif. Wakil menteri tidak menentukan kebijakan yang sepenuhnya berada di tangan menteri.

"Posisi wakil menteri hanya dipersiapkan menjadi menteri di masa jabatan selanjutnya," kata Senior Economist Standard Chartered Bank Indonesia Fauzi Ichsan di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu 28 Oktober 2009.

Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, sosok yang sangat dipandang pelaku pasar adalah Wakil Presiden Boediono. "Boediono dinilai aspiratif terhadap pasar," ujarnya.

Menurut Fauzi, pelaku pasar menilai wakil menteri tidak memiliki kekuatan untuk menentukan kebijakan di pasar. Meski demikian, ada perbedaan mengenai dampak penetapan wakil menteri dari kalangan teknokrat dibanding nonteknokrat, misalnya politisi.
 
"Dampak wakil menteri teknokrat netral ke positif. Sedangkan pasar merespons netral ke negatif terhadap wakil menteri politisi," tuturnya.

Pelaku pasar Indonesia, Fauzi melanjutkan, akan mempertimbangkan faktor keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan atas setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Selain itu, pelaku pasar menginginkan agar pemerintah memperkuat infrastruktur dan kebijakan propasar. "Pelaku pasar melihat apakah dengan komposisi sekarang memberikan keuntungan dalam 10-20 tahun mendatang," ujar Fauzi.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial