Bisnis
Rencana Kenaikan Gaji Pejabat Negara

Gaji Bos Bank Mandiri 3-4 Kali Gaji Presiden

Seorang direktur Bank Mandiri bisa mengantongi Rp 6,6 miliar pada tahun 2008.

Rabu, 28 Oktober 2009, 11:09 WIB
Hadi Suprapto
Nasabah transaksi di Bank Mandiri (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Gaji bos-bos PT Bank Mandiri Tbk ternyata jauh lebih besar bila dibandingkan dengan gaji kotor presiden yang sekitar Rp 150 juta per bulan atau 1,8 miliar per tahun. 

Tak tanggung-tanggung, seorang direktur bank Badan Usaha Milik Negara bisa mengantongi Rp 6,6 miliar per tahun, atau hampir empat kali lipat gaji presiden.

Dalam laporan keuangan Bank Mandiri 2008, gaji, tunjangan, dan bonus yang diberikan kepada 12 direksi mencapai Rp 79,35 miliar. Angka ini terdiri dari Rp 26,84 miliar gaji pokok, Rp 16,28 miliar tunjangan, dan Rp 36,23 miliar bonus.

Bila besaran gaji dan tunjangan 12 direksi dianggap rata, maka seorang direktur Mandiri pada 2008 bisa mengantongi Rp 300 juta per bulan atau Rp 3,6 miliar dalam setahun. Ini belum termasuk bonus tahunan sebesar Rp 36,23 miliar yang dibagikan kepada 12 direksi, atau Rp 3 miliar untuk seorang direksi.

Gaji ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan gaji Presiden Republik Indonesia. Presiden seharusnya memiliki gaji lebih tinggi bila dibandingkan dengan gaji pejabat profesional BUMN.

Anggota Komisi Keuangan DPR, Harry Azhar Azis, mengatakan, take home pay atau total pendapatan yang dibawa pulang seorang Presiden saat ini sekitar Rp 150-an juta. "Itu sudah termasuk tunjangan-tunjangan," katanya, beberapa waktu lalu. Tetapi, Presiden juga memiliki dana operasional yang berjumlah miliaran rupiah per tahun.

Sedangkan untuk menteri, gaji pokoknya memang sekitar Rp 18 juta. Namun, ditambah dengan berbagai jenis tunjangan, mereka bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 50-60 juta per bulan. "Itu belum termasuk dana operasional per bulan Rp 150 juta."

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
dedi hartono
27/09/2010
gaji... setiap gajian malah pusiiing... paeeettttt....
Balas   • Laporkan
Tarmidinsyah
28/10/2009
Yang namanya negeri birokrat ya seperti ini cuma implikasinya thd kehidupan masyarakat lain.
Balas   • Laporkan
adhultbasyier
28/10/2009
naiknya gaji MenTeri Tunda aza,mending naikin gaji P Presiden dulu,,
Balas   • Laporkan
leo
28/10/2009
beda kale presiden, mentri dan direktur BUMN. direktur BUMN khan bisnis, cari uang putar otak untuk mendapat keuntungun bagi negara dimana keuntungan BUMN otomatis untuk APBN negara ini. wajarlah direktur bisnis tuh cari uang gajinya tinggi. kalo presi
Balas   • Laporkan
anevta
28/10/2009
kalau mendukung presiden datanya disiapin dulu. kan sdh ada data yg lbh detail dan angkanya jauh di atas itu dari rapat pemegang saham. media laen sdh muat kok.... duh duh duh. coba kita liat dimuat gak nih hehehehe
Balas   • Laporkan
abang
28/10/2009
gaji tambah gede korupsi tambah gede pula........seimbang.......manusia emang gga ada puasnya......kecuali orang yang sabar dan takwa.......umr aja dipaksakan cukup buat hidup......siang dipabrik malam ngojeg.......
Balas   • Laporkan
arye
28/10/2009
walaupun gaji presiden lebih kecil daripada gaji direktur bank, tapi presiden orang paling dihormati daripada direktur bank
Balas   • Laporkan
bejo
28/10/2009
makanya jangan ragu gaji pejabat teras dinaikkan biar gak tergoda korupsi, biar istikhomah, biar fokus dan bisa berhasil. Dari pada mereka korupsi? kan gak tanggung2 gedenya, ya gak?
Balas   • Laporkan
hartono
28/10/2009
gaji bukan ukuran mulia seseorang . saya salut para presiden yg gaji kecil tapi semangat bekerja
Balas   • Laporkan
hartono
28/10/2009
tapi ingat walaupun gaji per tahun 6 milyar , tapi sedekahnya tidak lebih 600 juta .dan saya tidak yakin direktur direktur bank itu sedekahnya segitu . maka lebih mulia orang yang gaji pertahun 20jt tapi sedekahnya lebih 1 jt .
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial